October 12, 2011

Ketika...pelatihan membuat aksesoris

Hari Minggu tanggal 9 Oktober kemarin, aku diajakin sama Mbak Ocha untuk ikutan pelatihan membuat aksesoris jilbab. Hmm kebetulan banget, karna aku lagi pingin ngisi waktu luang (belum ngelamar kerja lagi nih, krn slama hamil gak mau kerja di RS atau shift malam:p), jadi gak ada salahnya juga kan belajar. Apalagi biaya belajarnya gak ada, cuman beli buku Mbak Ocha aja (judulnya Membuat Aksesoris untuk Jilbab) yang harganya cuman 30rban.. So, langsung deh, hari Minggu siang kmrn, aku meluncur menuju McD Dago buat ikutan...

Ternyata susah-susah-gampang ya buat aksesoris itu, apalagi tangannya harus cekatan karena mainannya sama tang dan kawat. Dasar-dasar kayak jenis-jenis tang, cara membuat loop sederhana, juga diajarin sama Mbak Ocha. Pokonya dg biaya yang terjangkau, pelatihannya bener2 berguna banget untuk belajar hal2 dasar, meski untuk ngembanginnya (apalagi kalo mau usaha segala), butuh jam terbang dan kreatifitas tinggi. Ini fotonya:


Trus aku di rumah iseng2 nyobain bikin peniti lagi...and VOILA! Ternyata cepet banget (setengah jam lah paling), tapi hasilnya lumayanlah untuk pemula..designnya masih sederhana banget:

Kalo kalung2 ini, lumayan aku bikinnya rada lama...ini sengaja aku bikin yang pake rantai dulu..lain kali mau yang maniknya penuh, atau pake pita jepang juga kayaknya lucu ya?:)

Hahaha.. masih pemula banget ya boo..fotonya juga masih amatiran. Aslinya sih lebih bagus *ngeyel*..hehe..

Mungkin aku juga punya bakat jadi perancang perhiasan? *well, im just saying..;p*

Have a nice day!

October 5, 2011

Ketika...Mengetahui Pertama Kali Aku Hamil.

Mengetahui pertama kali aku hamil.
Adalah ketika telat datang bulan beberapa hari, abang dan aku memutuskan untuk membeli test pack. Kami berdua boncengan naik motor ke apotek. Abang deg2an bukan main, aku tahu, meski dia selalu terlihat kalem di segala situasi dan kondisi.

Mengetahui pertama kali aku hamil.
Setelah sahur, aku memutuskan untuk mengecek dengan test pack bermerk terkenal yang ternyata lbh mahal dari test pack2 yang biasa kulihat di klinik. Bungkusnya biru. Abang membaca bungkusnya dengan teliti, seolah setiap huruf adalah puisi bermakna yang tak boleh tertinggal satu makna sekalipun. Aku mulai memeriksa, dan abang melongok2 ke kamar mandi "Gimana? Gimana?" Aku berusaha menenangkan jantungku yang berdegup mulai kencang, sampai terlihat 2 garis muncul.

Mengetahui pertama kali aku hamil.
Kenapa susah skali mengatakan dirimu positif, tidak seperti saat memeriksa pasien?
"Abang, garisnya 2, tapi yang satu muda banget!"
Aku tahu. Itu tetap positif. Tapi aku tak mau berharap dulu. Rasanya terlalu menyakitkan, kalau ternyata garis satu lagi hanya khayalanku belaka.
Abang menatapku sambil senyum "Itu positif kayaknya sayang".

Mengetahui pertama kali aku hamil.
Aku segera mengambil foto hasil PP test ku, dan subuh itu juga, aku upload di grup whatsapp.
Aku mengetik dengan cepat "Teman2, ini positif kan?"
Dan smua langsung berkomentar dg ucapan Slamat, Congrats, sampai pagi itu menjadi pagi yang sangat membahagiakan skaligus mendebarkan bagi kami berdua.

Mengetahui pertama kali aku hamil.
Kami mengunjungi satu2nya dokter obgyn di daerah kami. Pasiennya banyak skali. Mual-mual yang kurasakan semakin hari semakin parah, dan malam itu, aku menunggu giliran sambil menahan mual di perut dan tenggorokan. Abang duduk di sebelahku, menggenggam tangku dengan erat, dan hatiku serasa loncat keluar tempat ketika namaku dipanggil. Ya, ini prenatal care pertamaku!

Mengetahui pertama kali aku hamil.
Aku baru merasakan, Prenatal Care pertama kali ternyata sangat mendebarkan. Aku mulai berkhayal mcam2, bagaimana kalau ternyata ovumku kosong, atau aku hamil di luar rahim, dan segudang ketakutan lainnya. Dan setelah anamnesis singkat, kemudian sang dokter mulai memeriksa rahimku dengan USG. Sang perawat kecil yang berjilbab tersenyum menenangkan aku. Aku mulai membayangkan saat2 ketika aku menjadi koass obgyn, dan tidak menyadari betapa momen pemeriksaan ini adalah momen yang mendebarkan bagi setiap pasangan suami istri.

Mengetahui pertama kali aku hamil.
Dokter berkata sambil tersenyum "Bayinya sehat. Umur kehamilannya sekitar 4 minggu 5 hari ya". Dan aku mulai memberondong dengan pertanyaan "Intra uterin kan dok?", Sang dokter tampak kaget dengan pertanyaanku, dan menjawab sambil kembali tersenyum "Iya, intra uterin. Sehat." Menyadari bahwa aku juga berprofesi dlm bidang medis, ia mulai menjelaskan dengan bahasa2 medis sambil menggerakkan kursor di layar USG.

Mengetahui pertama kali aku hamil.
Aku memandang layar USG di atas tempat tidurku, dan mataku mulai berkaca2. Abang kemudian mulai bertanya pada dokter dengan muka tegang seperti menjelang akad nikah "Gimana dok? Sehat?" Dokter terus menegaskan kalau bayi kami sehat, dan kemudian untuk mengurangi ketegangan kami berdua, dia mulai bertanya aku kerja dimana, abang kerja dimana, dan ternyata dia satu almamater denganku, sama2 Kedokteran Unpad.

Mengetahui pertama kali aku hamil.
Ternyata hamil itu tidak mudah. Aku mulai merasakan mual-mual dan muntah-muntah. Aku yang biasanya bisa keluar rumah seharian, kini pulang dari pasar saja muntah-muntah. Akhirnya atas beberapa pertimbangan, aku tidak menjalankan ibadah puasa pada sebelas hari terakhir. Rasanya hari-hari terasa sangat menyiksa, hingga terkadang aku jadi malas makan.Rasanya aku hanya ingin tidur, tidur, tidur, agar smua mual dan muntah ini bisa terlupakan.

Mengetahui pertama kali aku hamil.
Beruntung aku punya suami yang sangat sabar. Kadang aku tak tega melihatnya pulang kerja, kemudian memasak, mencuci piring, membereskan dapur, menemaniku sampai tertidur saat malam, dan ketika aku terbangun, ia rupanya melanjutkan kerjaannya sampai tengah malam, berkutat depan laptop. Pernah suatu kali aku bahkan merasa sangat mual di tempat tidur, dan ketika ia menghampiriku, aku muntah di hadapannya hingga membasahi bed cover juga. Ia cuma tersenyum, membereskan bed cover, kemudian menuntunku ke wastafel.

Mengetahui pertama kali aku hamil.
Alhamdulillah, kini semakin lama mual dan muntahku berkurang. Dan ketika aku melakukan PNC ku yang kedua, bayiku sudah mulai terlihat detak jantungnya. Panjang kepala bokongnya 2,6 cm pada umur kehamilan 9 minggu 3 hari. Abang mulai memainkan jarinya, membayangkan besarnya ukuran 2,6 cm. Kecil dan mungil. Tapi menakjubkan.

Mengetahui pertama kali aku hamil.
Hari-hari semakin terasa indah. Kami mulai memikirkan nama hingga membayangkan liburan pertama kali membawa bayi kecil. Dan perbedaan-perbedaan mulai muncul. Aku ingin punya kamar bayi sendiri, dia tak mau. Aku ingin beli stroler dan boks bayi dari sekarang, dia bilang nanti saja. Tapi smua perbedaan itu membuat smuanya makin indah, dan setiap malam, aku makin sering bermimpi bermain dengan anak kecil.

Mengetahui pertama kali aku hamil.
Membuat aku semakin menyayangi kedua orang tuaku. Kini aku menyadari sepenuhnya bahwa dulu saat bundaku mengandung, adalah bukan hal yang mudah. Perjuangan dan kasih sayangnya, tak akan pernah terganti sampai kapanpun. Aku sekarang mengerti mengapa dalam doa pada orang tua terkandung "...sayangilah mereka Tuhan, sebagaimana kedua orang tuaku menyayangiku sewaktu aku masih kecil".

Mengetahui pertama kali aku hamil.
Sebentar lagi aku akan memasuki trimester ke2. Masih ada 6 bulan yang menakjubkan menanti di depan, dan kami selalu berdoa bahwa Tuhan melancarkan ini smua. Memberi kami anak yang sehat wal afiat, soleh dan solehah, dan membanggakan bagi keluarga, agama, dan bangsa. Sungguh aku adalah ibu yang jauh dari sempurna, tapi aku akan selalu belajar seterusnya.

June 13, 2011

#indonesiajujur Surat Untuk Adik Kecilku AL

Untuk adik kecilku, AL.

Surat ini kutulis sebagai salah satu bentuk kepedulian aku untuk kamu, adik kecil. Aku hanya seorang kakak yang mungkin tidak bisa secara utuh memahami perasaanmu sekarang.

AL,
rasanya miris sekali melihat apa yang kini menimpa keluargamu. Ketika kamu memutuskan untuk berucap jujur pada ibumu mngenai apa yang terjadi di sekolah, tentu kamu tidak pernah membayangkan akan terjadi kasus seperti ini sekarang. Kakak yakin, apa yang keluar dari mulutmu, benar-benar rangkaian kata yang dari sanubari yang bersih, dari hati nurani seorang anak pintar dan cerdas yang tidak bisa melihat kebohongan terjadi di depan mata.

AL,
kakak tahu (maafkan bila kakak salah atau sok tahu), kamu skarang pasti sedang sedih, bingung, atau bertanya2. Mengapa ketika kamu berkata jujur (yang padahal slalu diagung2kan oleh pelajaran kewarganegaraan di sekolah), justru begitu banyak orang yang marah pada kamu dan keluargamu? Mengapa justru pihak yang jujur harus diteror dan dicaci maki? Kenapa justru orang jujur malah menjadi hancur di negeri ini?

AL,
Jangan pernah menyerah akan keadaan. Kamu adalah anak yang kuat, kakak yakin kamu pasti akan menjadi orang hebat di masa depan. Tuhan pasti sayang sekali dengan kamu, dengan memilih kamu menjadi anak yang berani berkata jujur meski harus menghadapi cobaan yang berat, bahkan untuk orang dewasa sekalipun. Orang jujur di negeri ini hanya sedikit skali, dan bayangkan, Tuhan memilih kamu, seorang anak yang pintar dan cerdas. JELAS SEKALI TUHAN SAYANG KEPADAMU BUKAN?:)

AL,
Tetaplah rajin belajar dan tetaplah memegang teguh kejujuran ya. Kakak harap, kejadian ini tidak membuatmu kapok atau takut, tidak membuatmu jatuh, tapi membuatmu semakin kuat dan semakin hebat:) Buktikan bahwa suatu saat, dengan kejujuranmu dan Linkketekunanmu, kamu bisa memperbaiki keadaan bangsa ini. Gantungkan cita-citamu setinggi langit, banyaklah berdoa, dan tetaplah berbakti pada orang tua.

Jangan bersedih ya AL,
sampaikan salam kakak buat ibu dan keluargamu,

Salam sayang,
Kak Aulia.

Surat ini terinspirasi akan kejadian NYONTEK MASSAL di sebuah SD di Surabaya. Baca kisah Ny. Siami, ibu dari AL di sini. Tunjukkan bahwa masih ada harapan untuk mewujudkan #indonesiajujur :)

April 24, 2011

Ketika...vaksin kanker serviks :D

Ayo siapa yang baca ini dan udh ngelakuin vaksin kanker serviks? Ngacuuung!

Hahaha. Aku yakin pasti lebih banyak yg belum, malah jangan2 ada yang bilang: "Eh emang ada ya vaksin kanker serviks?" :p. Hehe, gak papa. Yang penting habis baca posting ini jadi tau ya?:)

Yup, vaksin kanker serviks adalah suatu bentuk pencegahan yang sebenernya paling efektif dalam menanggulangi kanker serviks itu sendiri. Sebelumnya aku critain dlu ya mengenai kanker serviks:) (jangan nganggep aku jenius atau apa, ini aku ambil dari catetan obgyn aku pas koass skitar..hmm..1 atau 2 taun yang lalu. hahaha. tapi tentu berguna banget, langsung dari dokter ahli kandungan soalnya haha)

Kanker serviks atau kanker mulut rahim, adalah kanker pd wanita yang mnduduki No 1 di Indonesia. Yes, not breast cancer lo say! Kanker serviks ini sebenernya perjalanannya lama, artinya dari saat virus menginfeksi sel hingga akhirnya menjadi lesi kanker itu memakan waktu bertahun2 lamanya.

Penyebab dari kanker serviks itu sendiri: skitar 96% berhubungan dengan infeksi HPV (Human Papillomavirus)dan skitar 76,8% disebabkan tipe 16,18. Orang2 yang beresiko tinggi untuk kena kanker serviks adalah:
- infeksi HPV
- berganti2 pasangan seksual
- status sosio-ekonomi yang rendah
- merokok
- riwayat terkena penyakit infeksi menular seksual sebelumnya
- dan kombinasi semuanya

Nah seperti yang udah aku terangin sebelumnya, infeksi HPV ini yg paling besar berhubungan dengan terjadinya kanker serviks. Artinya apa? Ya, artinya, KITA SEMUA BISA TERINFEKSI, DAN KITA SEMUA BERESIKO UNTUK TERKENA KANKER SERVIKS. Tau gak, kalau 1 wanita di Indonesia meninggal setiap jamnya karena kanker seviks? Tau gak, kalau di Indonesia, setiap harinya 40-45 wanita terdiagnosis kanker serviks?

Merinding gak dengernya?

Sayangnya...kita sebagai cewek sering gak peduli dengan hal seperti ini. Padahal kanker serviks itu BISA BANGET dicegah. Caranya? Dengan melakukan skrining (untuk wanita yang sudah berhubungan seksual), dan vaksin kanker serviks. Rekomendasi pemberian vaksin kanker serviks, di luar negeri, malah sudah dimulai sejak usia 9 tahun. Do u believe it?:)

Kebetulan karena beberapa bulan lagi InsyaAllah aku berencana akan menikah, makanya aku memutuskan untuk melakukan vaksinasi kanker serviks skrg juga. Berhubung aku blm termasuk golongan perempuan yg sudah berhub seksual, makanya aku langsung divaksin tanpa dilakukan skrining. Vaksin ini aku lakuin sama dr. Asty, SpOG di poliklinik tempat aku magang skarang:) Vaksin ini dilakukan saat kondisi gak lagi menstruasi, gak lagi sakit, pokonya badan kudu fit. Vaksin ini harus aku lakukan 3 kali (bulan ke 0,1, dan 6). Nih gambar vaksin aku (dikasih sama dokter Asty hihi).


Sekali lagi, bukan bermaksud promosi Cervarix ya. Tapi ini yg aku gunain kemarin.
Vaksin kanker serviks itu ada merk lain,
nanti kamu bisa konsul sama dokternya sendiri apa yang bakal digunain:)


Bundaku juga divaksin lo! Tapi tentunya bundaku diskring dlu, dengan dilakukan Pap Smear. Kenapa hrus dilakukan skrining dlu? Iya, karena vaksin ini gak ada efek terapetiknya...jadi pastiin dlu hasil skrining normal, baru bisa divaksin.

Nah skg, udah mulai berencana untuk melakukan vaksin kanker serviks? Well, DO IT NOW! menurut aku, gak perlu lah mikirin masalah biaya yang mahal (skali vaksin bisa skitar 800rb-1jutaan,trgantung biaya jasa dokternya juga) karena percaya deh, biaya seandainya kita terkena kanker serviks itu jauuuuuuuuuuuuuuuuuuhhhhhh *baca sampai mulut kamu monyong!haha* lebih mahal :)

Yuk cegah kanker serviks dari skarang!:)

for more info: click http://www.kankerserviks.com

February 24, 2011

Ketika...liburan ke Bintan! :)


Trikora Beach, Bintan Island.

Me, with my pocket camera.





We went to Bintan several days a go.. it was soo amazing!:) but we couldn't try snorkeling, because of the full moon :( hope i can go back there one day!


kids playing sands on the beach.




oka- titi- me

NB. Must try: OTAK-OTAK! its a little bit different from the one i used to eat here in bandung:p