Ketika... mari mengenal Dermatitis Atopik lebih dekat

Dermatitis atopik (selanjutnya saya sebut DA ya) adalah suatu penyakit kulit kronis yang disertai gatal dan paling banyak terjadi pada anak2. Biasanya nih, anak2 dengan DA bisa disertai dengan riwayat penyakit yg sama/asma/rinitis alergi pd keluarga. Kenapa pd kesempatan kali ini (udah berasa pidato) aku pengen ngebahas DA? Selain krn baru td dikonsulin, penyakit ini juga seriiiing banget ditemuin. Kadang dibilang karena kena ASI lah, dan sbagai2nyah :D

DA sebagian besar skitar 60% muncul pertama kali pada usia sekitar 3-6 bulan. Gejala sebagai berikut:
  1. Gatal yang ditandai dengan anak brusaha garuk2 atau jd rewel (kcuali klo anak ajaib, umur sgitu udh bisa bilang: mak, gatal mak!)
  2. Mengenai daerah2 predileksi atau yg sering terkena DA yaitu pipi, leher, daerah2 eksensor kayak lutut bagian luar (pd bayi dan anak2) dan daerah lipatan siku atau lipatan lutut (pada dewasa)
  3. Penyakit ilang timbul. Jadi udah membaik, eh kena lagi. Bukan dokternya gak becus ngobatinnya (pembelaan diri), tp emang perjalanan penyakitnya kambuhan, apalagi kalo ada faktor pencetusnya.
  4. Ada riwayat DA atau asma atau rinitis alergi (apa itu rinitis alergi? silakan konsul ke mbah Google ya) pd pasien atau keluarganya. Jadi kalo misalnya ayahnya kena DA, risiko anaknya kena DA itu meningkat 2-3 kali lipat. Kalo ayah dan ibunya dua2nya DA, ya risiko anaknya kena DA meningkat 3-5 kali lipat.
Jadi, jadi, kalo saya kena DA, calon suami saya juga punya DA, harus bagaimana??
Yaaaa, entahlah yaaa *seketika melipir pelan2, takut terjadi drama dua sejoli*
Oke, balik ke topik utama *nyengir*

So wajar dong ya, kalo emak2 jaman dulu hingga emak2 jaman now kalo lihat anak2 bruntusan di pipi terus bilang (sambil ngejudge) "Sissst. itu pipi anaknya kena ASI yaaa? Mangkanya kalo abis nyusu pipinya dilap, biar gak merah2!". Padahal, itu yang mungkin disebut dengan DA tadi. Please jangan apa2 nyalahin ASI dulu sist sist skalian.

Nah, untuk mengobati DA ini, sulit sulit gampang. Soalnya penyakit ini BUKAN DISEBABKAN KUMAN, tapi disebabkan faktor GENETIK, IMUNOLOGIS, dan LINGKUNGAN yang bikin GANGGUAN PADA SAWAR KULIT DAN GANGGUAN SISTEM IMUN. Hal ini menyebabkan anak timbul gatel2, beruntus2 merah, kulit kering, keropeng dimana2, ditambah anak terus ngegaruk hingga berdarah2 dan emaknya stres!! KOMPLIT!! Apalagi kalo anaknya perempuan dan berniat jd model, saran saya jadilah model hijabers macam aku, eh salah maksudnya saran aku berobat ke dokter kulit segera ya!

Dokter kulit biasanya akan memberi edukasi berupa:
  • Menghindari faktor pencetus, bisa berupa debu, tungau rumah, infeksi bakteri, cuaca, atau makanan tertentu. Untuk ini, orang tua di rumah harus memperhatikan, kira2 anaknya kambuh kalo apa?
  • Menjaga kulit agar tidak kering dengan pemberian pelembap, menghindari mandi dengan air panas, serta tidak menggunakan sabun antiseptik atau sabun bersulfur (kulit bisa tambah kering dan gatal)
  • Selain itu, tentunya dokter akan memberikan obat sesuai indikasi. Inget, jangan asal beli krim atau salep di apotek! Karena tentunya DA yang sudah disertai infeksi misalnya, akan memerlukan penanganan yang berbeda. Dan penggunaan krim secara terus menerus tanpa resep dokter, bisa menimbulkan efek samping yang gak diinginkan.
INTINYA: PENGOBATAN DA = MEMPERBAIKI PERTAHANAN KULIT DAN MENGHILANGKAN/MENGURANGI PERADANGAN. Pemakaian pelembap harus tetep dilakukan meski peradangan udah mereda atau menghilang, untuk mencegah penyakit kambuh.
Kasus Dermatitis Atopik pada seorang anak berusia 1 tahun (gambar sudah seizin orang tua pasien)

Kayaknya sekian dlu kuliah dari saya, masih pd melek kan? :D Jadi bila sist dan bro (aku yakin belum ada kakek atau nenek disini) mengalami gejala DA, sebaiknya segera berobat ke dokter spesialis kulit untuk penanganan yg lebih paripurna ya (sejak kapan bahasa aku jd macam pejabat? Hahaha). See you in the next post! Silakan kalo ada pertanyaan boleh ditulis disini ya, tapi jangan susah2 loh. Aku udah lulus, gak mau ujian lagi. Hffft.

Comments

Popular posts from this blog

Ketika... akhirnya SpDV!

Ketika...gosip jangan (dulu) dipercaya

Ketika... dokter spesialis kulit dan kelamin sama dengan dokter kecantikan?