November 27, 2009

Ketika...cancer takes her life, slowly but sure.

Kemarin, tumben2an aku sama temen2ku ke Poli bedah onkologi* siang2 abis makan siang n ngegosip di mesko**. Hehehe...abis gak tega sih sama residen yang sendirian disana, dikerubungin sama pasien2 yang mengeluh benjolan yang aneh2. Jangan membayangkan pasien2 disana itu jumlahnya cuma 1-2 yaaa, jumlahnya puluhan boo! ditambah keluarga mereka yang nganterin...otomatis di poli makin sesek. hehehe...

siang itu, ada pasien datang di atas brangkar, dianter sama keluarganya. Seperti byasa, kita sebagai koass, melakukan anamnesa sama pemeriksaan fisik dulu, trus tulis di status, udah gitu ntar bakal diconfirm ke residennya.

pasien itu cewek, berusia 20 tahun. lebih muda daripada aku sebenernya...tp dia tampak sakit berat, dan terlihat tua dibandingkan usianya. mukanya pucat, keriput, dan semangat hidup seolah sirna. dia mengeluhkan benjolan pada betis kaki kirinya yang smakin membesar, yang awalnya sebesar kelereng, dan sekarang udah sebesar buah kelapa dalam waktu 1 tahun, sehingga menyulitkan dia untuk berjalan. Bahkan dia sekarang sudah tak bisa berjalan lagi. Pas aku pegang, badannya panas. Demam. Berat badan dan nafsu makannya juga menurun drastis. lalu..aku tanya

"sesek gak teh nafasnya?"
"iya dok"
aku perhatiin, nafasnya cepet..sampe 40 kali permenit. sudah menyebar ke paru kah kankernya? lalu...
"udah pernah difoto teh?"
"udah dok.."

kemudian aku liat foto X-ray thoraksnya. Sudah ada massa intrapulmonal..suspek metastase***. Huufff...

"Ada benjolan lain gak teh yang keraba?"
"Ini dok, di bahu, sejak 1 bulan yang lalu..."
sudah menyebar ke tulang juga??? Benar saja, pas aku pegang bahunya, ada benjolan dengan diameter sekitar 6 cm, batas tegas, konsistensi keras, terfiksir, dengan nyeri tekan (-).

"ada riwayat di keluarga gak teh, yang juga sakit kayak gini?"
"enggak ada dok."
Oh my God.

Aaaah. sedih rasanya. kenapa si teteh ini harus datang terlambat ke dokter? tidakkah ada dokter di desanya yang dengan sigap merujuk teteh ini ke rumah sakit untuk dapet pertolongan secepatnya? kenapa baru datang, ketika kanker sudah mulai menggerogoti, menyebar, menghabisi tubuhnya? atau masalah biaya yang membuat teteh ini enggan berobat ke rumah sakit???

Kanker. datang benar2 tiba2, dan bisa menyerang siapa saja. aku ingat perkataan pembimbingku..bahwa kanker sebenarnya tak pernah bisa disembuhkan...tujuan pengobatan kanker sebenarnya hanya 3:
1. Meningkatkan angka 5-years survival rate
2. Menurunkan angka rekurensi
3. Memperpanjang disease-free-interval.
Sebenernya memang pengobatan yang terbaik adalah dengan mengeluarkan massa tumor dari luar tubuhnya. Hanya saja, kadang suatu kanker sudah bersifat inoperable, bila massa sudah bermetastase. Tindakan kemoterapi dan radioterapi pun membunuh sel kanker secara logaritma, artinya,,,tidak akan pernah bisa membunuh sel kanker itu sendiri sampai habis.

pasien ini cewek, 20 taun. aku membayangkan diriku pas masih 20 tahun, saat masih nakal2nya dan seneng2nya main sama temen2, kabur ke bandung, nonton,karaoke, nongkrong malem2 sambil ketawa2 n ngegosip, mulai mencoba make up...hahaha:D..

sungguh Tuhan telah memperingatkan diriku untuk lebih bersyukur, dan seperti byasa, aku sering sekali lupa. Sungguh mudah bila Tuhan ingin mengambil badan yang kita punya..kecantikan maupun kesehatan yang Dia anugerahkan...jadi pantaskah kita sebagai manusia yang tak berdaya sombong dengan apa yang kita punya?

*onkologi : ilmu yang mempelajari tumor, baik jinak maupun ganas
*mesko: tempat istirahatnya para koass...hehehe
*metastase : penyebaran kanker, bisa melewati pembuluh darah maupun pembuluh limfa.

1 comments:

dsy said...

membaca ini jd lagi2 bersyukur bahwa massa tumor di usus sy waktu itu bukan kanker.. it turned out to be endometriosis... yg meskipun ga seganas kanker tp jg eats me alive krn susah punya anak..
hahhh.. yg plg baik emang sehat.. ;)
tp tetep bersyukur krn klo kanker mungkin saat ini sy lagi kemo n ga kepikiran wat mampir di blog ini apalagi nulis komen panjang lebar segala hihihi ;) :p